Oleh: suh4di | 1,Februari 6, 2008

Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu unutk menancapkan sebuah paku di pakar belakang setiap dia marah……

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Anak itu menyadari bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar….

Akhirnya tibalah hari dimana anak itu merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan mampu lebih bersabar. Anak tersebut memberitahukan hal ini kepada ayahnya.  Kemudian ayahnya mengusulkan agar anak tersebut mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah…….

Hari hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. Sang ayah menuntun anakanya ke pagar. “Hmmm.. kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi…. lihatlah lubang lubang di pagar ini. Pagar init tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya.

“Anakku…. ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata katamu akan meninggalkan bekas seperti lubang ini di HATI orang lain…..

Duhai anaku…

Engkau bisa saja menusukkan pisau pada seseorang , lalau mencabut pisau itu. Tetapi, meski engkau mengucapkan ribuan kali maaf, bekas luka tersebut akan tetap ada.. Dan luka karena kata kata akibat kemarahan atau fitnah bahkan gosip/ghibah adlah lebih pedih daripada luka fisik….


Beri tanggapan

Your response:

Kategori