Oleh: suh4di | 1,Februari 6, 2008

Gratis Sepanjang Masa

Suatu sore , seorang anak menghampiri ibunya di dapur.

Kemudian anak tersebut menyerahkan selembar kertas yang telah ditulisinya. Setelah sang ibu mengeringkan tangannya dengan celemek, lalu ia membaca tulisan itu dan inilah isinya :

Untuk memotong rumput, dua ribu rupiah

Untuk membesirkan kamar tidur, seribu rupiah

Untuk pergi ke toko disuruh ibu, lima ratus rupiah

Untuk menjaga adik waktu ibu belanja, lima ratus rupiah

Untuk membuang sampah , seribu rupiah

Untuk nilai raport yang  bagus, tiga ribu rupiah

Untuk membersihkan dan menyapu halaman, lima ratus

Jadi jumlah UTANG IBU = DELAPAN RIBU LIMA RATUS

Sang ibu memandangi anaknya dengan penuh harap. Berbagi kenangan terlintas dalam benak sang ibu, kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, lalu ia menulis :

Untuk sembilan bulan ibu mengandung kamu,GRATIS

Untuk semua malam ibu menemani kamu, GRATIS

Untuk mengobati kamu dan mendoakan kamu, GRATIS

Untuk semua saat susah dan air mata dalam mengurusmu, GRATIS

Untuk seluruh jumlah harga cinta ibu adalah GRATIS

Untuk semua mainan,makanan, dan baju, semua GRATIS

Anakku…Seandainya kamu menjumlahkan semuanya,

Akan kau dapati bahwa seluruhnya adalah GRATIS

Seuasai membaca apa yang ditulis ibunya, sang anak pun berlinang air mata kemudian sang anak menatap wajah ibunya, ia berkata: ” Bu, aku sayang sekali sama ibu” lalu anak itu mengambil pulpen dan menulis sebuah kata dengan huruf huruf besar : ” LUNAS”

Bila kasih sayang seorang ibu kepada anaknya begitu dalam, padahal itu hanyalah 1 bagian dari seratus bagian dari kasih sayang Allah Ar Rohiim yang dibagikan kepada seluruh makhluknya (Manusia,Hewan) di dunia ini. Maka karunia kasih sayang yang seperti apa yang akan Allah berikan kepada para penghuni surga nanti yang perbandingannya 99 bagian.

Allah Ar Rohiim, Dialah Allah yang maha penyayang.

Allah jauh lebih sayang kepadamu dibanding siapapun.

Allah tetap masih memberikan kita rizki meski kita tetap melakukan dosa

Allah tetap ingat kepada kita meski kita tidak pernah ingat kepadaNYa.


Beri tanggapan

Your response:

Kategori